foto1
Selamat Datang...
foto1
Mahkamah Syar'iyah Idi
foto1
Pelaksanaan sidang keliling
foto1
Eksekusi cambuk
foto1
Rapat koordinasi
MOTTO INTERN Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas dan Kerja Tuntas MOTTO EKSTERN Bersih dari KKN, Efesien dalam Bekerja, Ramah dan Santun dalam Pelayanan, Efektif dan Humanis ========( B E R E H )======== Terima kasih atas kunjungannya

Mahkamah Syar'iyah Idi

Jl. Banda Aceh – Medan, KM. 381, Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Propinsi Aceh Telp/Fax : 0646 7025017

Ketua

Drs. Amrullah, M.H.

Motto Kami

Instansi Terkait

Login Form

  • Tempat Pendaftaran :    
Kantor Mahkamah Syar’iyah
Waktu Pendaftaran :
Hari Senin s/d Jumat
Jam 08.30 s/d 16.00 WIB.
 
Tata Cara Pendaftaran sebagai berikut  

  1. Perkara Cerai Gugat :

Perkara Cerai Gugat diajukan oleh Pihak Istri.

  • Seorang istri baik langsung atau melalui kuasanya, yang bermaksud mengajukan gugatan cerai dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :Mendatangi petugas Meja I dengan terlebih dahulu membawa sejumlah persyaratan berupa :
  • Surat permohonan cerai gugat dalam rangkap 8 (delapan);
  • Asli Akta Nikah atau Duplikat Kutipan Akta Nikah;
  • 1 (satu) lembar fotokopy Akta Nikah/Duplikat Kutipan Akta Nikah yang dibubuhi meterai Rp 6.000,- oleh Kantor Pos;
  • Surat Izin atasan bagi PNS/TNI/POLRI.
  • Fotokopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) 1 (satu) lembar 1 (satu) muka tidak boleh dipotong yang dibubuhi materai Rp 6.000,- (enam ribu rupiah) oleh Kantor Pos;
  • Mengajukan gugatan secara tertulis bagi yang bisa menulis dan membaca, atau secara lisan bagi yang tidak bisa membaca dan menulis ke Mahkamah Syar’iyah, kecuali yang bersangkutan (istri) dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa ijin suami, maka gugatan harus diajukan di Mahkamah Syar’iyahtempat berkediaman suami (Ps. 73 (1) UU Nomor 7 Tahun 1989 jo Ps 32 (2) UU No. 1 Tahun 1974);
  • Gugatan tersebut harus memuat :
  • Identitas lengkap penggugat dan tergugat, meliputi nama, umur, agama, pekerjaan dan tempat tinggal;
  • Posita (fakta kejadian dan fakta hukum);
  • Petitum (hal-hal yang dituntut berdasarkan posita);
  • Gugatan Penguasaan anak, nafkah anak, nafkah istri dan harta bersama dapat diajukan secara bersama-sama dengan gugatan cerai gugat atau sesudah putusan perceraian memperoleh kekuatan hukum tetap. (Ps 86 (1)  UU No. 7 Tahun
  1. Membayar biaya perkara (Ps. 145 ayat (4) R.Bg. jo. Ps 89 ayat (1) UU N0. 7 Tahun 1989). 
  • Bagi yang mampu membayar melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang . Bukti pembayaran diserahkan ke Meja I Mahkamah Syar’iyah agar gugatan cerai yang diajukan didaftarkan dalam register perkara.
  • Bagi yang yang tidak mampu, agar membawa Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui oleh Camat setempat agar dapat berperkara secara Cuma-cuma. (Ps 273 R.Bg);      

Proses Penyelesaian Perkara :

  1. Tahap Pendaftaran :
  • Penggugat mendaftarkan gugatannya ke Mahkamah Syar’iyah dengan membawa bukti pembayaran dari BRI Cabang;  
  • Mahkamah Syar’iyah melalui Jurusita Pengganti akan memanggil penggugat dan tergugat menghadiri persidangan;
  1. Tahap Persidangan :
  • Pada persidangan pertama, majelis menganjurkan penggugat dan tergugat untuk mengikuti proses mediasi;
  • Persidangan dischorsing untuk memberikan kesempatan kepada penggugat dan tergugat memilih mediator pada daftar mediator yang disediakan Mahkamah Syar’iyah ;
  • Ketua Majelis Hakim menunjuk Mediator pilihan penggugat dengan tergugat dengan surat penetapan;
  • Jika penggugat dengan tergugat tidak sepakat memilih mediator, ketua majelis dengan surat penetapan menujuk seorang hakim bukan pemeriksa perkara untuk menjadi mediator dalam perkara tersebut;
  • Apabila mediasi berhasil, penggugat dapat mencabut gugatannya dan jika mediasi tidak berhasil, maka pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan pembacaan surat gugatan, jawab menjawab, pembuktian dan kesimpulan.
  • Dalam tahap jawab menjawab, tergugat dapat mengajukan gugatan rekonvensi (gugat balik). Ps 158 R.Bg.);  
  1. Putusan Mahkamah Syar’iyah:
  • Putusan Mahkamah Syar’iyah dapat berupa mengabulkan gugatan penggugat dapat pula menolak atau tidak menerima.
  • Apabila tergugat keberatan dengan dikabulkannya gugatan penggugat tersebut, tergugat dapat mengajukan banding melalui Mahkamah Syar'iyah.
  • Apabila gugatan ditolak, penggugat dapat mengajukan banding melalui Pengadilan Agama.
  • Sedang jika gugatan tidak diterima, penggugat dapat mengajukan permohonan baru.
  • Jika gugatan cerai dikabulkan dan tidak ada banding dari pihak tergugat, Mahkamah Syar’iyah memberikan Akta Cerai sebagai bukti perceraian kepada kedua belah pihak, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah putusan tersebut memperoleh kekuatah hokum tetap.
  1. Perkara Cerai Talak

Perkara Cerai Talak, yaitu perkara perceraian yang diajukan oleh pihak suami sebagai pemohon.

  • Seorang suami,  baik langsung atau melalui kuasanya, yang bermaksud mengajukan permohonan cerai dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :Mendatangi petugas Meja I dengan terlebih dahulu membawa sejumlah persyaratan berupa :
  • Surat permohonan cerai talak dalam rangkap 8 (delapan);
  • Asli Akta Nikah atau Duplikat Kutipan Akta Nikah;
  • 1 (satu) lembar fotokopy Akta Nikah / Duplikat Kutipan Akta Nikah yang dibubuhi meterai Rp 6.000,- oleh Kantor Pos ;
  • Surat Izin atasan bagi PNS/TNI/POLRI.
  • Fotokopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) 1 (satu) lembar 1 (satu) muka tidak boleh dipotong yang dibubuhi materai Rp 6.000,- (enam ribu rupiah) oleh Kantor Pos ;
  • Mengajukan permohonan secara tertulis bagi yang bisa menulis dan membaca, atau secara lisan bagi yang tidak bisa membaca dan menulis ke Mahkamah Syar’iyah (sebagai Pengadilan yang mewilayahi tempat kediaman istri), kecuali yang bersangkutan (istri) dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa ijin suami, maka gugatan harus diajukan di Mahkamah Syar’iyah tempat berkediaman suami (Ps. 66 (2) UU Nomor 7 Tahun 1989);
  • Permohonan tersebut harus memuat : Identitas lengkap pemohon dan termohon, meliputi nama, umur, agama, pekerjaan dan tempat tinggal;
  • Posita (fakta kejadian dan fakta hukum);
  • Petitum (hal-hal yang dituntut berdasarkan posita);
  • Permohonan Penguasaan anak dan harta bersama dapat diajukan secara bersama-sama dengan permohonan cerai talak atau sesudah putusan perceraian memperoleh kekuatan hukum tetap. (Ps 86 (1)  UU No. 7 Tahun
  1. Membayar biaya perkara (Ps. 145 ayat (4) R.Bg. jo. Ps 89 ayat (1) UU N0. 7 Tahun 1989). 
  • Bagi yang mampu membayar melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang. Bukti pembayaran diserahkan ke Meja I Mahkamah Syar’iyah agar gugatan cerai yang diajukan didaftarkan dalam register perkara.
  • Bagi yang yang tidak mampu, agar membawa Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui oleh Camat setempat agar dapat berperkara secara Cuma-cuma. (Ps 273 R.Bg);

             Proses Penyelesaian Perkara :

  1. Tahap Pendaftaran :
  • Pemohon mendaftarkan gugatannya ke Mahkamah Syar’iyah dengan membawa bukti pembayaran dari BRI Cabang;  
  • Mahkamah Syar’iyah melalui Jurusita Pengganti akan memanggil pemohon dan termohon menghadiri persidangan;

Panitera

Khalidah,S.Ag.

Sekretaris

Nizar, S.Ag.

Link Peradilan

 

Statistik Web

Pengunjung
365
Artikel
264
Jumlah Tampilan Artikel
1873954